{"id":23346,"date":"2025-10-06T12:42:42","date_gmt":"2025-10-06T04:42:42","guid":{"rendered":"https:\/\/doubleten2025.rti.org.tw\/?p=23346"},"modified":"2025-10-07T13:05:19","modified_gmt":"2025-10-07T05:05:19","slug":"memperingatai-hari-nasional-double-ten-asosiasi-seni-tionghoa-brasil-gelar-pameran","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/doubleten2025.rti.org.tw\/id\/archives\/23346","title":{"rendered":"Memperingatai Hari Nasional Double Ten, Asosiasi Seni Tionghoa Brasil Gelar Pameran"},"content":{"rendered":"<p class=\"MsoNormal\">Demi merayakan Hari Nasional Double Ten ke-114, Komite Urusan Komunitas Tionghoa Peranatauan (Overseas Community Affairs Council\/OCAC) di Sao Paulo mengelar &ldquo;Pameran Bersama Asosiasi Seni Thionghoa Brasil&rdquo; yang berlangsung tanggal 4 &ndash; 25 Oktober 2025. Tampat yang dipenuhi dengan nuansa artistik dan pengunjung menjadikannya tempat ini bukan hanya pesta seni melainkan juga sebbagai tempat pertukaran budaya Taiwan dan Brasil.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Pameran yang diselenggarkaan oleh Asosiasi Seni Tionghoa Brasil yang dipandu oleh OCAC di Sao Paulo, menghadirkan beragam bentuk seni mencakup lukisan cat minyak, lukisan Tionghoa, kaligrafi, lukisan digital, porselin, minecraft art, sulaman dan lainnya. Ketua Asosiasi Bian Qi-xiang (\u535e\u555f\u7965) menyampaikan, pameran ini menghadikran karya seni dari 17 seniman dan pegiat seni profesional, khususnya karya pilihan dari seniman budaya tulisan Han, berharap melalui pameran ini dapat mempromosikan seni budaya masyarakat Tionghoa di Brasil<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Salah seorang kurator Ju Xiao-qing (\u97a0\u5c0f\u537f) berbagi, dunia Tionghoa Perantauan perlahan-lahan menua, kali ini mengundang banyak pegiat seni muda untuk turut berpartisipasi, memperlihatkan berbagai teknik kinerja yang inovatif.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Di antaranya karya porselin dengan pola lukisan daun, lukisan 12 Shio dari menantu Taiwan di Brasil serta lukisan versi digital yang terdengar sangat baru di telinga pengunjung.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Seorang seniman berusia 85 tahun Lin Lu Qian-hui (\u6797\u5442\u5343\u60e0) yang mendapat predikat &ldquo;Warisan Dunia Tionghoa Perantau di Brasil&rdquo; selama jangka panjang berkarya di seni gunting kertas. Ia sendiri mengelar pameran dan lokakarya &ldquo;Budaya Seni Gunting Kertas (Chinese paper cutting)&rdquo;, kali ini menghadirkan karya minecraft art.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Ia berbagi, setiap karya lukisannya membutuhkan waktu 1 &ndash; 2 minggu, satu persatu manik ditempelkan, memerlukan kesabaran dan konsentrasi penuh, saat ini ia tengah mengarap lukisan raksasa &ldquo;Makan Malam Terakhir&rdquo;.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.rti.org.tw\/id\/news?uid=3&#038;pid=168288\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sumber: RTI<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"MsoNormal\">Demi merayakan Hari Nasional Double Ten ke-114, Komite Urusan Komunitas Tionghoa Peranatauan (Overseas Community Affairs Council\/OCAC) di Sao Paulo mengelar &ldquo;Pameran Bersama Asosiasi Seni Thionghoa Brasil&rdquo; yang berlangsung tanggal 4 &ndash; 25 Oktober 2025. Tampat yang dipenuhi dengan nuansa artistik dan pengunjung menjadikannya tempat ini bukan hanya pesta seni melainkan juga sebbagai tempat pertukaran budaya Taiwan dan Brasil.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Pameran yang diselenggarkaan oleh Asosiasi Seni Tionghoa Brasil yang dipandu oleh OCAC di Sao Paulo, menghadirkan beragam bentuk seni mencakup lukisan cat minyak, lukisan Tionghoa, kaligrafi, lukisan digital, porselin, minecraft art, sulaman dan lainnya. Ketua Asosiasi Bian Qi-xiang (\u535e\u555f\u7965) menyampaikan, pameran ini menghadikran karya seni dari 17 seniman dan pegiat seni profesional, khususnya karya pilihan dari seniman budaya tulisan Han, berharap melalui pameran ini dapat mempromosikan seni budaya masyarakat Tionghoa di Brasil<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Salah seorang kurator Ju Xiao-qing (\u97a0\u5c0f\u537f) berbagi, dunia Tionghoa Perantauan perlahan-lahan menua, kali ini mengundang banyak pegiat seni muda untuk turut berpartisipasi, memperlihatkan berbagai teknik kinerja yang inovatif.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Di antaranya karya porselin dengan pola lukisan daun, lukisan 12 Shio dari menantu Taiwan di Brasil serta lukisan versi digital yang terdengar sangat baru di telinga pengunjung.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Seorang seniman berusia 85 tahun Lin Lu Qian-hui (\u6797\u5442\u5343\u60e0) yang mendapat predikat &ldquo;Warisan Dunia Tionghoa Perantau di Brasil&rdquo; selama jangka panjang berkarya di seni gunting kertas. Ia sendiri mengelar pameran dan lokakarya &ldquo;Budaya Seni Gunting Kertas (Chinese paper cutting)&rdquo;, kali ini menghadirkan karya minecraft art.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Ia berbagi, setiap karya lukisannya membutuhkan waktu 1 &ndash; 2 minggu, satu persatu manik ditempelkan, memerlukan kesabaran dan konsentrasi penuh, saat ini ia tengah mengarap lukisan raksasa &ldquo;Makan Malam Terakhir&rdquo;.<\/p>\n","protected":false},"author":240953501,"featured_media":23410,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"advanced_seo_description":"","jetpack_seo_html_title":"","jetpack_seo_noindex":false,"jetpack_seo_schema_type":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1449],"tags":[],"class_list":["post-23346","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-related-news-id"],"jetpack_featured_media_url":"http:\/\/doubleten2025.rti.org.tw\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251005000022.jpg","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pg351R-64y","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/doubleten2025.rti.org.tw\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/doubleten2025.rti.org.tw\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/doubleten2025.rti.org.tw\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/doubleten2025.rti.org.tw\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/240953501"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/doubleten2025.rti.org.tw\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23346"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/doubleten2025.rti.org.tw\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23346\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23422,"href":"http:\/\/doubleten2025.rti.org.tw\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23346\/revisions\/23422"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/doubleten2025.rti.org.tw\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23410"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/doubleten2025.rti.org.tw\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/doubleten2025.rti.org.tw\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/doubleten2025.rti.org.tw\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}